BUDIDAYA BAYAM(Amaranthus, sp).
- Cultivar / varietas.
Varietas bayam yang banyak di tanam mempunyai komersial yang tinggi antara lain cummy, green like, tark, stayful, Selain itu di kenal varietas local yang tidak kalah bagus kualitasnya antara lain : giti merah, giti hijau, cimangkok, kuningan, sukamandi dan masih banyak varietas lainya.
- Syarat tumbuh.
Bayam termasuk tanaman sayuran dataran tinnggi, tapi dapat hidup di
dataran rendah. Bayam menghendaki tanah yang subur dan gembur. Derajat (
PH ) yang di inginkan berkisar 6 – 7. Tanah yang PHnya lebih tinggi
atau lebih rendah tanaman bayam tidak dapat tumbuh dengan baik.
- Penanaman.
Pengolahan lahan, pemberian pupuk dasar, dan pembuatan guludan (
bedengan ). Pengolahan tanah untuk semua jenis tanaman bayam hampir
sama, namun untuk bayam tahunan ( potong ) agak berbeda karena memiliki
akar yang lebih panjang dari bayam cabut, sehingga pencangkulan lebih
dalam.
Pemberian pupuk dasar di lakukan bersamaan dengan pengolahan tanah ,
campurkan pupuk kandang sekitar 12 -18 ton / ha, atau pakai campuran
pupuk makro Urea 56 kg,+ ZA 56 kg + TSP 250 kg , + KCL 90 kg perhektar (
Rekomendasi untuk tanaman bayam pada tanah Mineral dengan tingkat
kandungan P dan K sedang ).
Bedengan / guludan penanam di buat dengan ukuran 1 -1,5 m. Sebaiknya
bedengan / guludan di buat agak tinggi untuk mencegah keluarnya benih
bayam pada saat di siram. Di antara bedengan / guludan di buat parit
untuk memudahkan penyiraman.
Sebelum benih di tabur perlu di camburkan dengan abu, dengan
perbandingan 1 untuk benih dan 10 untuk abu.Untuk penaburan benih harus
merata tidak betumpuk – tumpuk. Benih bayam dapat di tabur pada garitan
yang di buat menurut baris panjang bedengan / guludan atau garitan memotong guludan / bedengan, dengan jarak antar baris sekitar 20 cm. Untuk keperluan benih 1 ha sekitar 5 -10 kg benih.
Benih di tabur lalu segera di tutup dengan tanah tipis secara merata,
kemudian di siram dengan air menggunakan gembor penyiraman, lakukan pagi
dan sore, kecuali jika turun hujan. ( lihat kondisi tanah ).
- Pemeliharaan.
Aspek penting adalah penyiangan , penggemburan, pemberian pupuk susulan, dan pengendalian hama / penyakit.
Lakukan penyiangan jika ada gulma yang tumbuh di sekitar tanaman 1 -2
minggu sekali , dan lakukan penggemburan tanah 2 minggu setelah tanam , diantara garitan tanaman.
Pemupukan susulan lakukan 3 minggu setelah tanam dengan campuran pupuk
makro Urea 56 kg + TSP 90 kg /ha, atau pakai pupuk majemuk NPK 150 kg –
200 kg / ha, dengan cara di tebar di sela- sela tanaman, lalu di airi /
di siram / di lep ( jawa ).
Pengairan dilakukan seminggu 2 -3 kali .( lihat kondisi tanah.).
- Hama dan Penyakit.
Downy mildew.
Di tandai dengan daun menguning, daun bagian bawah berwarna hijau keunguan. Pada akhirnya berwarna coklat, sering timbul di tanam pada musim hujan dan dingin.
Pencegahan dapat di lakukan dengan memetik daun yang di serang.
Pemberantasan dengan obat fungisida Dithan M-45 dengan dosis 1,5 -2 gr/ liter air.
Spinach blight ( virys mozaik cucumber ).
Di tandai dengan daun menyempit, mengecil, menggulung dan berkerut,
permukaan daun berwarna kuning , biasanya menyerang daun muda. Agar
tanaman tidak terinveksi, tanaman harus di musnahkan, karena belum ada
obatnya
Pencegahanya dengan penyiangan gulma, pemyemprotan lalat pembawa virus dengan Ambus 2 EC atau Lannate 2 EC dengan dosis 2g / liter.
Penyakit noda daun ( leaf spot ).
Di tandai dengan noda coklat pada setengah bagian daun , meluas sehingga menghancurkan daun,
agar tidak meluas buang / musnahkan tanaman yang terkena peyakit ini.
Pencegahanya lakukan penyemprotan dengan fungisida Dithan M 45, dengan
dosis 1,5 – 2 g / liter, untuk tanaman yang belum terserang penyakit
ini. Gangguan penyakit tanaman ini di sebabkan oleh kekurangan unsur M
N.
Penanggulanganya di beri Multitonik ( pupuk yang mengandung M N),
dosisnya sesuai kebutuhan. Untuk pencegahan pada tanah yang kekurangan
unsur M N ini, dengan pemberian kapur pada saat pengolahan tanah.
- Pemanenan.
Untuk bayam cabut :
Penjarangan di lakukan 20 hari setelah tanam, kemudian
hari ke 25, 30 dan seterusnya hingga selesai panen. Pilih tanaman yang
paling besar dulu.
Untuk bayam potong / tahunan :
Penjarangan pada hari ke 20 setelah tanam, atur jarak sekitar 40 -50 cm.
Pemanenan sekitar 3 minggu setelah tanam , dengan cara potong pada cabang
pucuk daun. Panen berikutnya lihat cabang kalau sudah panjang bisa potong .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar